Make your own free website on Tripod.com
Puisi Cinta

Gubahan Ku?

airmata.gif

beforeidreamlady.jpg

violetbar.gif

rr28.gif

Mencari

Puas mengecap, pertemuan,
perkenalan, kemesraan, dan 
sudah ditemui kegelisahan
tak tidur malam
tak lalu makan

Bila dibayangkan, indahnya
percintaan memanisi hidup
bahagia tak terkata, sayang
selalu di sekerat perjalanan
impian jadi lumpuh
disekat kemiskinan
kemampuan yang tak ada

Penghujung terus tak tiba
biar setiap musim
cerita serupa silih berganti
hingga terkejut oleh iman
dari mimpi gelap, dari 
karangan puisi-puisi malap
lalu bangkit mengusir
umpan-umpan cinta yang 
masih tinggal

Cederamu Seketika Cederaku Selamanya

Janganlah sedih dan bergusar
seketika hilang upaya itu
bertaut luka pulihlah kekuatan
kau kembali bermaharajalela
meja tulismu menyesak ruangku
aku pastinya terus terbiar
dengan tubuh tanpa tangan
mengharap kekayaan terdampar
tetapi selepas jerih menunggu
tubuh dingin terpaksa disorok
mustahil disedari kehadiranku
seraut wajah ini tiada cahaya
sekadar dihias sepasang mata
untuk menyaksi penderaan
sepasang telinga untuk mendengar
penghinaan hamburanmu
hanya sepasang mulut yang giat
melakukan segala kerja
berkata-kata tetapi tidak menaip
mungkin kerana itulah belum ada
sebarang puisi rintihan dari kami
mengisi ruang yang kaumiliki

Impian Pengemis

Selat Tebrau, telanilah daku
ke dasar percintaan ombakmu
supaya nanti akan subur
sepohon puisi tanda kematianku
yang terhias padanya buah perasaan
bertangkai kata-kata asyik
berulaskan syair kemaruk
yang gila, syahdu, ajaib

Ombak Selat Tebrau
mustahil kau berselera menelan
dn menanam aku dan percintaanku
apalah juadah padaku buat memikat
sedang impian tergenggam
pun kerap ternganga
di atas telapak tangan
yang tidak henti ternganga
meminta-minta, 
berdoa-doa, ternanti-nanti

Sekali Berulang Lagi

Sekali aku bernyanyi
dua kali aku terfikir untuk jadi bisu
sekali aku berpuisi
tiga kali lebih baik aku lelapkan mata
sekali aku ciptakan cinta
empat kali pula aku hangus di dalam bahangnya
bila segala aku lakukan hanya sekali
pasti tiada keyakinan mendatang
semua minta diulang

Ah! takkan dapat kupenuhi sanjungan
kerana aku diciptakan sekali
dengan sekali itu usaha terlalu nipis
untuk mencapai matlamat hidup

Takkan dapat kudaki puncak kebahagiaan
cuma dengan sekali merancang
begitu pun peluang yang sekali ini mencukupi
bila kupenuhkan dengan menyenangkan hati sesama makhluk
dan sekali aku diberi keghairahan bernyawa
akan kuabadikan berkali-kali untukMu
Oh, Tuhan!

Manisnya Ukhuwah

Bismillahirrahmanirrahim.

Pertemuan ...
Suatu kurnian Tuhan ...
Yang disertai dengan kerinduan dan kemesraan ...
Mungkinkah ia akan berterusan ...?!!!

Kemesraan ...
Suatu perasaan dalaman ...
Yang mampu diserasikan ...
Dengan sebuah keikhlasan ...

Keikhlasan...
Juga dinamakan sebagai kejujuran ...
Yang bisa menyuburkan keberkekalan ...
Dalam suatu perhubungan yang dipaterikan ...

Perhubungan ... 
Ikatan yang menemukan insan ...
Ikatan yang terkadang tidak mampu diertikan ...
Ikatan cinta atau jalinan persahabatan ...
Hanya hati yang dapat menentukan ...

Oh Tuhan ...!!!
Walau apa jua ikatan yang Kau simpulkan ...
Dalam hatiku sebagai insan yang punya perasaan ...
Kupohon dalam sejuta harapan ...
Agar Kau semaikan keredhaanMu sebagai ganjaran ...
Atas penjalinan yang telah ditaqdirkan ...

Wahai Tuhan ...!!!
Iringilah kedamaian dan ketenangan ...
Dalam perhubungan insan ...
Moga ia akan menatijahkan kebahagiaan ...
Dan mendapat restu dariMu Tuhan ...
Selama-lamanya berkekalan ...

Permainan Cinta

Menyayangi mu lebih dari Segalanya..
Mencintai mu lebih dari itu..
Mempercayai mu cukup dari itu..

Namun semuanya kau anggapnya sebagai
Sebuah Permainan Cinta..
Sebuah permainan yang tidak boleh dibuat main..

Persoalan ini yang sering
diajukan dalam diri..
Namun yang jawab,
tiada ku pasti bahawa ianya
Benar atau Dusta...

Cukup sudah jiwa ini terseska,
dek Permainan Cinta mu..
Kini..,yang mangharap adalah
Kebahgiaan dan Kegembiraan...

Tiada lagi Permainan Cinta dalam diri...
Semuanya telah ku kuburkan dalam
Memori Ku..
Tidak mahu di ingat kembali..
biarkan ia bersemadi di situ..

Yang pasti kini..,
membiarkan kenangan lama..,
mengubati Rindu....
 

Tinggal Memori

Sayangku,
setelah aku kau miliki
aku terasa bahagia
namun bila cinta didustai
aku terseksa..

sayangku,
tak boleh kulupa
gelara asmara yang tercipta
kau dan aku
kini hanya tinggal memori..

sayangku,
disaat kuidamkan rindu
kau mengucapkan selamat tinggal
kinim benar kau pergi
kini hilanglah arah ku....

sayangku,
bara yang kugenggam
kini baru terasa hangatnya
hatiku terluka kau bahagia
aku yang terpinggir kini
hanya tinggal memori

        Penantian

Penggalan Kisah Yang Menanti

berjalanlah

dalam pelupuk desah

yang merayap ditepi dinding hati yang merajai sepi

berjalanlah

demi sepenggal waktu

dan sedetik kisah

tertuang dalam denting yang berdetak

dan rintihan yang terukir

dalam detik yang menanti

kurajai sepi yang menepi

ditepi balutan belulang kisah kasihku

 

aku tak pernah terasingkan

walaupun terasing telah mengasingkanku

aku tak pernah terpuruk

walaupun keterpurukan telah memurukku

aku hanya memendang

tanpa keinginan untuk melihat

kosong memang,

tapi aku telah menemukan sesuatuku

kecil memang,

tapi dia yang menuntunku menemukan keindahan.

stardust-faire-left0.gif

Lagu untuk kenangan lama

Lagi-lagikah, aku ingat rupamu yang dulu
Sungai belah kasih mengalir tulus, tanpa deru memecah
Semakin terpecah, kian waktu membelah

Aku rindu

Aliran air
kan
terus membawah, dan waktu berdarah-darah
Semakin terpecah, lupakah?

Lagi-lagi, rupamu kawan, tersimpan
Hati mematah, sebab sungai telah bererosi, dan tak mungkin
waktu berhenti...

 

Mengapa aku tidak pergi saja sekarang
menempuh salah satu jalan!
Terbang! Si pungguk terbang!
Cari gairah malam!

Mengapa aku tidak hilang
hilang!
dan tidak sesuatupun mau tahu dan peduli
Biar saja gila. Biar saja jatuh. Menggelepar, dan akhirnya toh mati.

Aku buta mata, hilang suara, tuli bicara.
Aku mati jiwa
mati semua

cinta itu juga pecah, jatuh ....

Hancur total

Semua binasa

Peduli? Tiada! Tak juga mereka.

Asa itu apa.... asa itu dimana
Hilang... asap melayang!
Maumu apa? Menggapai bintang?

Dia jauh, coba kuraih secercah cahaya
cuma bayangan
cuma bayangan
Sayapku pecah, si pungguk jatuh terbayang

Asa itu apa, asa itu dimana?

Si pungguk jatuh
Tolonglah!
Aku binasa jiwa
Tolonglah!
Aku hancur cinta
Tolonglah!

Tak ada minat dengan udara, capai aku capai meraih khayal
khayalan meracuniku sedikit demi sedikit
meracuniku dengan iba yang dosisnya bertambah

Mereka tertawa

Aku?

Binasa.

Hilang semua, semua hilang ... total
Selamat tinggal

 

Just as you

Seperti engkau menari-nari diiringi sangkakala
suara-suara

seperti engkau melayang-layang diringi angin
udara-udara

seperti engkau terbang menukik
tarik
larik
manik-manik
mencabik-cabik

Seperti engkau tidur
terbaring
hening

 

Kembali

sekarang kembalikah aku seperti masa-masa itu
saat di mana yang ada cuman mata?
Mata merasuk, menembus pikiran, terseret ke mimpi-mimpi

Kembalikah aku pada perasaan
terlonjak dari dunia nyata
berpijak pada impian gila
dan terus saja meracun, racun semua!

Racun lah engkau itu, karena setiap malamku adalah malammu juga
racun lah dirimu seutuhnya, karena berakar sudah peristiwa-peristiwa

siapa yang bermain?
siapa yang mengendalikan permainan?
siapa yang terdesak, terperanjat?
siapa menang?
siapa abu?

Akankah bisa terus melihat ke depan?

Kau akan temanikah ke dasar jurang bersama terjun ke biru

Atau kau akan pergi seperti bulan...

Untuk Cinta

mari kita menari, mari kita menyanyi, mari kita berlari!
cintaku padamu sebesar dunia
karena aku sudah lupa pada yang lalu begitu cepatnya
seluruh isi duniaku sudah terganti

menarilah bersamaku
menarilah kita ke aozora, duniaku yang sepi dan bisu
menarilah kita ke segala impian, khayalan biru

marilah kita bersama-sama jalin cerita, jalin permainan yang tak pernah kau bosan memainkan
marilah kita menulis nama kita di pasir putih
marilah kita mengejar ombak di biru
marilah kita pandang biru
marilah kita merajut langit di sana
angkasa hitam penuh bintang
seperti kita yang tenggelam di keasyikan
nada-nada di balik segala
seperti kita tahu apa yang pasti
seperti cinta yang kabur
nada-nada di balik segala

marilah kita menyanyi sekali lagi, terhanyut di balik segala
dalam keasyikan itu aku menemukan kamu
kamu yang terhanyut di balik segala

cinta! cinta! marilah kau menari...
cinta! cinta! tidurlah di balik segala, tidurlah diiringi segala doa
karena kamu sekarang sudah semuanya

 

 

Karena

karena kita berdua amatir?
     (ataukah hanya satu?)
karena kita berdua masing2 saling takut 
karena itu kita saling membuang pandang?
karena ada sesuatu kah kita jadi seperti ini?
karena pernah saling terlukakah?
karena pernah kah masing-masing punya goresan?
karena itukah kita tidak bisa saling memandang dengan segala?
karena itukah kita tidak bisa membuka, membiarkan segala terbuka lagi?
karena itukah kita segan membuka lembaran baru? (dan biarkan buku berdebu)
karena cinta kah?
adakah?

 

Cintaku

Cintaku, menari kau diiringi segala
cintaku, menarilah
cintaku terbaring di awan putih yang halus lembut
cintaku nyenyak dalam ketenangan

jangan dekati cintaku!
jangan dekati tidurnya
jangan dekati kemasyukannya dalam alamnya

Tolong jangan bangunkan dia dari segala mimpi
jangan sadarkan dia dari surga
biarkan hanyut dalam hangat

Cintaku, tersenyumlah dalam lelapmu
...

Hatiku

"tidak cantik!"
khayalan lagi-lagi menusuk
menusuk lagi
sakit lagi
"bodoh! sok tahu! goblok!"
serangan dari segala arah!
modalku apa?
hanya mata?
pandangan tidak mungkin bisa cukup hanya dengan pandangan sekitar detikan
waktu cepat buat lupa
juga kamu juga bisa lupa
tidak peduli kalau aku tidak akan pernah bisa lupa
tidak peduli kalau aku bisa teriris di balik ringis
bisa tertawa di balik duka
karena topeng-topeng berusaha menutupi bobrokan diri dan keadaan diri yang sudah benar-benar parah
karena mental yang sudah sekarat
karena cinta yang hampir habis terkikis
untuk mendekat saja terasa sangat bahaya
hanya satu pandangan mata saja bisa langsung luka
karena sudah tidak bisa apa-apa, karena keadaan diri yang hampir punah
karena kepercayaan diri yang terkikis terus menerus
serangan sedikit sudah membuat kejatuhan yang sangat mendalam

dan engkau dengan sangat mudahnya muncul begitu saja di depanku, menawarkan madu
tangan kiri? tangan kanan?

jangan tawari aku permainan yang aku tahu aku akan kalah
jangan tawari aku senyuman yang aku tahu tidak bisa dikuasai
jangan tawari aku mimpi yang aku tahu aku tidak bisa miliki
jangan tawari aku hal yang ujung-ujungnya sudah terlihat

terus-menerus jatuh, dan terus menerus berdarah, dan lagi-lagi air mata
hati yang sangat mudah patah
sudah terus dilibas, padahal cuma hal-hal biasa
hati yang tidak bisa menerima semua, hati yang terlalu mendendam,
hati yang terlalu membenci, hati yang terus menerus berusaha untuk menjadi sesuatu yang takkan pernah terjadi
apakah salah hanya dengan melihat dan jatuh?
apakah salah dengan jatuh itu aku berdarah lagi?

hati perlukah dielus, dilembuti dengan hal-hal yang tumpul dan biasa?
sementara dambaan terus menggila, dambaan pada ketajaman kehidupan
dambaan akan terluka....

kau?

Mimpi (lagi?)

impianku yang sekarang jadi tujuan
adalah kau, semua, segala, segala
betapa hidupmu suatu cerita yang jadi nyata
kehadiranmu jadi suatu tanda tanya untuk sebuah dunia yang sepi dan bisu
mewarnai segala kisah, mewarnai segala derap langkah
debur tawa
dan segala tentang kau yang kabur karena gembira terlalu
riang segala sampai serasa melayang

berada di sisimu adalah impian yang kenyataan

cintaku, marilah berbagi madu
kita akan bersama menenun drama
dan peranannya dibagi dua, kau dan aku
kita akan bersama membuai asmara
jika malam tiba, bukanlah pungguk yang bersuara memanggil bulan yang tak kunjung datang
bukanlah hati yang terus menerus mengasihani diri tanpa alasan jelas
bukanlah orang yang kabur lebur dari kenyataan, berusaha bermain peran terus menerus tanpa berkesudahan

cintaku, jika memang kita bisa bersatu, apa yang harus aku katakan kepada Tuhan?
karena seluruh anugrah tiada arti jika dibanding kau
jika memang kau bisa berada di sisiku, membagi aozora, mimpi bisu
apa yang harus aku jelaskan kepada dunia?

karena kau tidak bisa dijelaskan
karena kau tidak bisa diterangkan
karena kau tidak bisa didefinisikan

cintaku, jika memang kita adalah takdir, mengapa begitu indah?
jika memang kita bisa saling membagi luka dan darah
jika memang kita bisa saling melukai dan mengobati
jika memang kita bisa saling bercinta, bermain permainan yang kau paling suka,
jika memang kita adalah satu yang terbelah,

kaukah?

bayangku yang hilang? sang bulan? 
cintaku, seandainya memang begitu
lalu mengapa bening-bening senja sembilu perih di dada

kupuja kau
tak peduli sebaliknya, karena aku terbiasa dengan tangan sebelah yang melambai selalu
ribuan jarak di antara
kan
ku tak ambil peduli
dengan apa kukabarkan engkau pada dunia?
" rinduku pada bulanku sudah menirus, kurus, letih dan sedih "
dengan pulau apakah harus kusamakan kau pada mereka?
tiada pulau seindah pulaumu...

kau impianku telah jatuh ke dunia nyata, bermainlah di lapanganku!
kau pesonaku telah muncul di hadapan, selamatkan aku dari ketenggelamanku!

kekagumanku tiada akhir

 

MERINDU

Merindu khayal aku padamu memeluk-memeluk-memeluk-memeluk-memeluk
merindu impian aku padamu mencium-mencium-mencium-mencium-mencium

gairah sebatas mata!

Hendak kubakar kau dengan gelora itu meraba-menikmati-asmara

"Kau jua tidak merasa? udara kian gerah.."

Hendak kuperkosa bayangmu tergeletak pasrah
penuh cinta?


--Seperti aku yang selalu terpana pada binar mata--

Cinta khayalan

Merintih
di antara semak-semak duri, luka kita buka berkali-kali

Berbisik
di antara seribu bahasa, tak pernah mengerti jua

Butuh
apa?

Di bukit itu, sejauh mata memandang ialah kemegahan bintang dan bulan
- gelap bukan halang rintang menghadang -
Sudah kusiapkan, kasih, jeritan
beribu puisi dan sumpah serapah untuk membuang segala gelisah 
cari cerah
supaya kau tahu

Tapi mengapa jua bisu?

Menggelepar, sungai berdarah-darah kena luka rinduan hati

Terlalu mudah kau terima cintaku, aku mati beku

 

rr28.gif

Arca Cinta
(Untuk Ibuku)

Bila semalam mengungkit kisah
hari ini ingatan tak dapat lelap
kerana padanya bintang
padanya suria
cahaya emas bergemerlapan
jelmaan seribu keindahan
campuran kebal bersadur iman.

Mata kepala menyaksikan keluhuran budi
kegigihan menepis godaan demi sebuah kemajuan
menampan bayangan sayu kenangan
tersekat di sanubari
angin berseru dalam silu,
"Perempuan itu tak dapat dibeli di mana-mana"

Biarkan kabar terpotret
menjadi garisan permulaan larianku
moga terkejar jua impian yang terdampar
demi dorongan cinta di awangan ini
arca itu tetap unggul di jiwa
sampai mati kasih menjadi rahsia
cuma antologi doa dan amalan menanti di syurga
andai tak terjamah arca cinta itu
semasa hayatku.

Cuma Rekaan

Hidup bukanlah hiburan
terbit dari irama muzik pembenam tangis
bingit mengeringkan air mata
tanpa menghargai esakan
tidak berguna esakan
itu bukan hasil seni.

Hidup adalah tangisan
di celah medan perlumbaan bas mini
yang terjunam jauh di hati
menyembunyikan sedu
tidak berguna sedu
itu bukan nilai sastera.

Maka berterusanlah hidup dipimpin tangisan
esakan berlanjutan dalam senyap
sedu menahan nafas
bersuara tanpa nyawa
sudah sekian lali memerhati
suka bertukar duka
sudah kebiasaan
pengemis berpondok bawah jambatan
atau si buta menyanyi lagu belas ehsan.

Telah direka 
melodi itu cukup lazat
buta mengenyangkan perut sendiri

Warkah Selepas Itu

Kalau warkahku terdahulu
selamat menjejaki pangkuanmu
mengertilah mengapa begitu
rangkap, ayat, huruf, kucar kacir
ya, itulah tulisan terakhir
aku akan berhenti membentuk
tulisan serupa itu selepas ini

Tetap mengharap kau sudi
menemani rempuh onak dunia
membantu bebas dari belenggu
kepungan kesepian
mendorong dan melapangkan
jalan kembali ke sisi Ilahi

Telah puas mencuba selama ini
menayangkan tulisan serupa
kepada ramai orang
tetapi mereka tidak tahu
di mana ada dorongan ajaib
kau, aku, kita siapa di mana
sehingga muncul pertemuan
tidak pernah kita suratkan
ternyata Ilahi tidak melupakan
alamat untuk mengirim rahmat

DI KUBURAN NENEK

Tersula pedih rasa
di dada kuburan merah
di perut kubur hati.

Radakan rugi menatap
rindu sama tertanam
kesal sama terbenam
mengheret memenggal duka
yang tumbang dengan yassin
yang runtuh dengan talkin
menimbunkan sebuah ragu.

Tercabutkah ampun dari dosa
teruraikah halal dari hutang
di stesen semadian nenek.

Cinta Kita (Yang Buta)

Cinta yang buta datang
tanpa diundang
menjenguk sanubari kosong
resahlah aku
digoda wangi bunga
kerana kekasih
longkah dari pelukan
dan hati meronta-ronta
lari dari rindu mencucuk.

Kerap mimpi menendang tidur
tak mahu berpisah dari rindu.

Lalu aku kumpulkan
iman-iman yang tersisih
merangkak ke bawah lindungan Allah
kerana cuma doa
dapat merapatkan renggang
semata-mata patuh
pada cinta yang buta.

Kala Siksaan Mendera

Saat tak ada saat di mana bibirku terkatup;
saat tak ada saat di mana mataku kering
Kala seribu jarum menusuk punggungku
Kala seribu algojo mendera dengan cambuk;
sesosok wajah muncul di depan mataku,
wajah orang yang kucintai itu;
wajah orang yang membuat aku disiksa;
dia tersenyum, sungguh!
Dia tersenyum tanpa belas kasihan,
menatap penderitaan yang kualami dengan mata bersinar.....
Kalau saja kumiliki satu kesempatan untuk hidup lagi,
kalau aku hidup tanpa cinta, sayang,
hidupku hanya akan ditujukan untuk membalas dendam padamu.....

Doa

Malam telah larut,
Mentari termakan gelap tak tersisa,
Kubersihkan kotoran dosa dengan air anugrahNya,
Dalam kamar penuh cerita aku telah bersiap,
Menghadap Tuhanku Sang Pencipta,
Kubuka semua isi hatiku..........
Dengan gemetar bibirku bercakap,
Oh Tuhanku, Engkau sungguh agung, 
Dalam ketiakMu aku berteduh,
Dalam senyumMu aku terhibur,
Dalam kuasaMu aku bertahan.......,
Dari segala cobaan yang menunggu untuk menerkamku,
Dari segala sedih yang selalu menggodaku,
Dari segala hunjaman pisau kehidupan yang keterima,
Oh Tuhanku jangan tinggalkanku sendiri berkelana,
Menyusuri jalan hidup tanpa terhenti.....,
Dekap terus aku dalam kehangatan nafasMu,
Saat ini aku lemah...,terkulai...,tak berdaya.....,
Pegang aku Tuhan janganlah aku terjatuh,
Dan ampunilah segala dosaku....,
Air mataku banjir membasahi wajahku...
Karena aku tahu dan merasakan,
Tuhan datang dan tersenyum padaKu,
Terakhir hanya dapat kukatakan AMIN

Hadirlah Matahariku

Mengapa tak ada sinar mentari
Hanya hujan yang terus turun dihati
Hadirlah wahai mentari
Jadikanlah hujan ini pelangi

Mengapa masih bersembunyi
Hatiku dingin dan sepi
Tak ada lidah yang bernyanyi
Tak ada jemari yang menari

Jika kau hadir nanti 
Bawalah serta seorang bidadari
Untuk bertahta di hati
Hingga tak lagi sunyi

Tampakkanlah dirimu matahariku
Hadirkan pelangi di relung hatiku 
Agar lidah tak lagi membisu
Agar jemari tak lagi membeku

Sang Camar

Bahagianya dikau berterbangan
bebas di angkasa raya
kemana jua kau pergi..tiada siapa yang menghalang
ku ingin menjadi sepertimu...
tapi aku tidak mampu..
meronda seluruh pelusuk alam
melihat keindahan ciptaanNYA..
bertuah sungguh dirimu wahai sang camar
kau berarak membelah mega-mega nan indah..
membelah awan nan biru
walau sebesar mana badai mendatang...
kau tetap utuh dengan semangatmu...
walau ke mana dikau pergi.. 
aku pasti....dan terus pasti...
kau akan kembali...

Aduhai nasib ku

 Aduhai nasib ku,
 Dalam nada gerimis,
 Izinkan ku meluahkan rasa,
 Yang selama ini terbuku didada ini
 bukan niatku untuk meminta belas kasihan
 tapi aku ingin satu keadilan 
 aku tahu,
 selama ini kau jujur menyintaiku
 tapi,
 siapa aku untuk semua itu
 bukan aku nak hendak  kembalikan memori lama
 cuma,
 inginkan satu kepastian 
 tentang apa yang terjadi antara kita selama ini

           Gita Cinta

Indah kala kau rangkul bahagiaku
Bersama kita lalui saat terindah

Berdua kita menggapai cinta
Yang memiliki beribu makna dan maaf
Kau sinari mimpiku yang suram
Menjadi terang dalam gelapku

Tak ingin kulupa smua yang tlah lalu
Sgala yang indah yang pernah kita rasakan
Tak ingin ku terjaga dari mimpi ini
Hingga bumi berhenti berputar

SEBAIT  KISAH  CINTA UNTUKMU

Terpenjara sepi

Ditepi pengasingan jiwa

Dari roh yang terasing

Dan arwah kasih

Kusajakkan

Sebait kisah cinta

Menuju perjalanan abadi

 

                    Sendu

 

Letih,
namun masih kucoba untuk merangkak dengan sisa2 nafas yang ada
Setelah berjalan begitu jauh, tak mungkin lagi aku kembali
Jejak2 kaki telah lama terhapus oleh badai anginmu
dan kini...
aku tersesat

Rapuh,
bahkan dengan satu sentuhan kelingkingmu aku terjengkang
Kemana kesombongan yang selama ini selalu mengikuti telah pergi?
Pada malam jahanam ini aku memaki
Pada bulan yang bopeng itu aku lampiaskan marah,
Marah akan semua kesia-sian yang terjadi,
Marah akan kebodohan-kebodohan yang sama,
Marah akan...
apa adanya diriku...

Malam semakin senyap
Dan diriku semakin tenggelam...

Tuhan... pada malam ini telah aku saksikan
bahwa engkau memang ada!
Entah apa yang terjadi...
kau datang dengan penuh misteri
Telah kau buka mata hati ini
Sehingga kini ku menyadari
Harusnya tak perlu jauh2 mencari
sebab, ternyata kau ada di sini
selalu di sini...

Malam semakin memudar seiring embun
Butir2 fajar perlahan datang
bagai lentera, dipenuhinya semesta hati ini dengan cahayanya
Dalam kedangkalan alam sadarku, aku merasakan dejavu
Hari kembali terang
Hujan kembali turun
Dan aku kembali berjalan

                  Cinta

Tolong, cintai saja aku
pandangi saja diriku
Temui saja! Cukup sepatah kata!
Aku akan mengumbar senyuman, karena kau segalanya
Aku jatuh binasa jika kau hilang
Tolong, sekali ini datanglah, jenguklah, lihat saja
dan kau boleh pergi
Aku akan melihatmu, saja... hendak menyusul tapi tak berani
Aku ingin masuk ke sana, menemui engkau di hatimu
Let me in! Let me in your heart!

What can I do to make you love me? Nothing?

Aku hendak terbang ke aozora
Melarikan diri dari kau, karena kau segalanya
Ratusan hari! Ribuan jam! Jutaan detik!
Dan yang kudapat cuma sapaan.
Hendak kuraih secercah senyuman, lalu sentuhan.
Hendak kuraba cinta, tapi aku ingin cintamu
Wanita?
Tolong! Aku hendak jatuh dan menangis
Aku ingin kau
Aku ingin kau
Tapi nasib berkata lain
Beranjak dewasalah! Hindari bahaya!
Mari kita terbang ke aozora! Nikmati saja

 

Tolong

sepi! sepi! sepi!
seorang diri di gurun, dingin, dingin
terdampar di keheningan tiada akhir
gelisah gelisah gelisah 
kesepian di tengah keramaian
sepi
sepi
sepi
ditolak di tengah sorak sorai
ditolak di tengah kegembiraan
ditolak di tengah segala
"aneh"
ditolak di tengah segala
"aneh"
"aneh"
"aneh"
ditolak di tengah segala
tolong
tolong 
sepi menekan mendesak
tolong
tidak mau sendirian
tidak mau sendirian
tidak mau sendirian
di dalam rahim yang hangat, sendirian, itukah engkau?
di kehangatan walaupun tersambung satu darah, satu aliran kehidupan
itukah engkau dalam segala sepi?
ditolak ditengah kehangatan
ditolak di tengah impian
sepi!
dikau! wahai
berteriak padamu seperti berteriak pada bulan, pungguk menjerit
jeritan sayatan untuk keheningan malam
raungan lolongan untuk yang buta
wahai engkau!
mencintaimu seperti mencintai bulan
tiada respon, tiada rangsangan
"aneh"
pungguk melolong tiada akhir
sebab engkau kah?
mencintaimu seperti mencintai bulan
mencintaimu seperti mencintai keheningan
sepi wahai! aku sendiri
sepi di tengah segala kesepian
hening di antara segala keheningan
diam di tengah kediaman tiada akhir
wahai engkau! mencintaimu seperti mencintai bulan, tiada tanggapan
seperti melambai pada bintang, tiada balasan
hatiku.. hatiku tiada terima kasih
"aneh"
"tanya sendiri, jawab sendiri"
"geek"
gecko! gecko! gecko!
sendiri di tengah segala sepi
wahai engkau! mencintaimu seperti mencintai khayalan
begitu dekat di mata, milyaran cahaya di hati

Hangat

hangatnya di balik selimut, hangat
manis
hangatnya kopi panas di pagi buta, masih berselimutkan cinta
manis nian
hangatnya air panas, mandi di tengah kegigilan
manis nian rupanya

hangat.. hangat...
hangatnya makanan yang dihangatkan di microwave
hangatnya mentari yang menyusup di sela baju
hangatnya keakraban di antara kerabat
hangatnya cinta antara dua kekasih
hangatnya ranjang oleh permainan

hangat.. hangat...
hangatnya hati dengan mengingat kau 
hangatnya hati dengan mengkhayal kau
hangatnya hati dengan menangisi kau
hangatnya hati dengan merindu kau 

musikku iramaku yang hangat oleh pikiran-pikiran kau
alunan laguku, birama detak jantungku yang mengikuti desah kau
mengikuti hangatnya kau, hangatnya hidupmu, iringan 
menatap tarianmu, menghayati setiap senyummu
hangat

hangatnya kau, impianku dan cita-citaku kasih... kutunggu

 

Mimpi (lagi?)

impianku yang sekarang jadi tujuan
adalah kau, semua, segala, segala
betapa hidupmu suatu cerita yang jadi nyata
kehadiranmu jadi suatu tanda tanya untuk sebuah dunia yang sepi dan bisu
mewarnai segala kisah, mewarnai segala derap langkah
debur tawa
dan segala tentang kau yang kabur karena gembira terlalu
riang segala sampai serasa melayang

berada di sisimu adalah impian yang kenyataan

cintaku, marilah berbagi madu
kita akan bersama menenun drama
dan peranannya dibagi dua, kau dan aku
kita akan bersama membuai asmara
jika malam tiba, bukanlah pungguk yang bersuara memanggil bulan yang tak kunjung datang
bukanlah hati yang terus menerus mengasihani diri tanpa alasan jelas
bukanlah orang yang kabur lebur dari kenyataan, berusaha bermain peran terus menerus tanpa berkesudahan

cintaku, jika memang kita bisa bersatu, apa yang harus aku katakan kepada Tuhan?
karena seluruh anugrah tiada arti jika dibanding kau
jika memang kau bisa berada di sisiku, membagi aozora, mimpi bisu
apa yang harus aku jelaskan kepada dunia?

karena kau tidak bisa dijelaskan
karena kau tidak bisa diterangkan
karena kau tidak bisa didefinisikan

cintaku, jika memang kita adalah takdir, mengapa begitu indah?
jika memang kita bisa saling membagi luka dan darah
jika memang kita bisa saling melukai dan mengobati
jika memang kita bisa saling bercinta, bermain permainan yang kau paling suka,
jika memang kita adalah satu yang terbelah,

kaukah?

bayangku yang hilang? sang bulan? 
cintaku, seandainya memang begitu
lalu mengapa bening-bening senja sembilu perih di dada

kupuja kau
tak peduli sebaliknya, karena aku terbiasa dengan tangan sebelah yang melambai selalu
ribuan jarak di antara
kan ku tak ambil peduli
dengan apa kukabarkan engkau pada dunia?
" rinduku pada bulanku sudah menirus, kurus, letih dan sedih "
dengan pulau apakah harus kusamakan kau pada mereka?
tiada pulau seindah pulaumu...

kau impianku telah jatuh ke dunia nyata, bermainlah di lapanganku!
kau pesonaku telah muncul di hadapan, selamatkan aku dari ketenggelamanku!

kekagumanku tiada akhir

pretty_rose_bar.gif

rr28.gif
Pulang kelaman utama..!1

pretty_rose_bar.gif

Be sure to get in touch so I know you're out there!